Babadan, 9 November 2025 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Babadan sukses menyelenggarakan Kajian Spesial Fikih Kewanitaan yang mendapat sambutan antusias dari peserta, baik internal maupun eksternal. Kegiatan ini digelar pada pukul 07.00 WIB di kompleks Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Babadan.
Kajian ini bertujuan menambah wawasan dan pemahaman tentang hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan persoalan kewanitaan. Materi yang disampaikan mencakup pembahasan seputar haid, istihadhah, nifas, serta tata cara bersuci (thaharah) yang benar. Kegiatan ini dianggap penting karena masih banyak perempuan yang kurang memahami fikih kewanitaan secara mendalam, yang dapat berdampak pada kekeliruan dalam ibadah. Melalui kajian ini, para muslimah diharapkan dapat menjaga kesucian diri dan keabsahan ibadah, khususnya salat dan puasa, sesuai tuntunan syariat.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh rekanita IPPNU, tetapi juga oleh rekan IPNU serta peserta dari luar Babadan. Kehadiran peserta putra menjadi bukti bahwa fikih kewanitaan adalah ilmu yang penting untuk dipahami oleh semua kalangan pelajar, bukan hanya perempuan.
Acara diawali dengan pembukaan yang khidmat, diiringi lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, Mars IPNU, dan Mars IPPNU. Rangkaian sambutan disampaikan oleh Ketua IPNU PAC Babadan, Ketua IPPNU PC Ponorogo, serta Ketua Tanfidziyah MWC NU Babadan yang memberikan penguatan bagi seluruh peserta.
Materi utama disampaikan secara mendalam oleh Ustadzah Lailatul Badriyah, alumni P3HMQ Lirboyo Kediri. Sesi ini berlangsung sangat interaktif; para peserta aktif bertanya bahkan berbagi pengalaman pribadi terkait persoalan haid dan bersuci. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa tema kajian ini benar-benar relevan dan dibutuhkan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai penanda kebersamaan dan semangat belajar para kader.
PAC IPNU & IPPNU Babadan berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, agar seluruh kader baik putri maupun putra semakin memahami fikih kewanitaan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
.jpeg)

0 Komentar